Hidupku adalah usahaku untuk menjadi manusia yang lebih baik

Kerajinan Korban Merapi Dipamerkan

JAKARTA, KOMPAS.com — Gunung Merapi boleh saja meletus dan memakan ratusan korban. Peristiwa ini tak pelak membawa duka bukan hanya bagi warga Yogya melainkan juga Tanah Air. Walau demikian, kreativitas yang menjadi ciri khas kota ini tak pernah mati.

Salah satu buktinya ada di Pameran usaha kecil dan menengah (UKM) yang digelar Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) 2010. Dalam booth binaan SIKIB, mereka memamerkan aksesori karya para korban Merapi, Yogyakarta. Produknya mulai dari bros, gelang, hingga kalung. Harganya pun terbilang murah meriah, Rp 3.000-Rp 25.000.

“Ini merupakan karya korban Merapi hasil kami selama tiga minggu kemarin keliling Yogya,” ungkap salah satu pengelola, Ika, Minggu (5/12/2010) di Gedung SMESCO, Jakarta.

Ia menjelaskan, aksesori yang dijual di stannya murni buatan korban Merapi di pengungsian. “Saat mengungsi kemarin, mereka mendapat bekal untuk buat kerajinan ini. Juga diminta Ibu Ani (Ibu Negara) supaya kerajinan mereka dijual di sini,” ucap Ika.

Uniknya, di tiap aksesori buatan korban Merapi ini ada label yang menunjukkan nama pembuat, umur, dan lokasi pengungsiannya, mulai dari Sleman, Klaten, Yogya, hingga Magelang. Hasil penjualan ini akan dikembalikan lagi kepada rakyat Yogya yang tertimpa musibah.

Selain hasil karya para korban Merapi, pada hari terakhir pameran UKM yang digelar SIKIB ini juga ditampilkan kerajinan lain, mulai dari perabotan ukiran rumah, kain batik, pakaian, sepatu, tas kulit, hingga aksesori.

Selain stan yang menjual kerajinan tangan, pada pameran SIKIB ini juga digelar talkshow antinarkoba dan stan angklung. Pada hari terakhir pameran SIKIB kali ini, panitia juga akan menggelar pelelangan lukisan sampai pajangan buatan tangan lainnya. Hasil lelang ini akan diberikan kepada para korban bencana melalui program “SIKIB Peduli”.

Category: Bisnis Keuangan

Bisnis Keluarga Bisa Dilanjutkan oleh Profesional?

KOMPAS.com — Perusahaan keluarga sudah tentu akan memilih anggota keluarganya sebagai pemegang tampuk kepemimpinan. Generasi kedua yang melanjutkan bisnis keluarga bisa saja anak, keponakan, cucu, atau saudara yang masih memiliki relasi keluarga. Lantas, apakah mungkin bisnis keluarga diturunkan kepada orang lain yang tak ada hubungan atau garis keluarga, tetapi profesional di bidangnya?
Putri Kuswisnu Wardani, generasi …

Category: Wirausaha
Read More

Dipo: Mayoritas-Minoritas Harus Saling Lindungi Hak Masing-Masing

Jakarta (ANTARA) – Sekretaris Kabinet Dipo Alam mengatakan, tidak hanya kelompok mayoritas yang dituntut harus paham serta melindungi hak dan kewajiban kelompok minoritas beragama, tetapi sebaliknya minoritas juga harus paham serta melindungi hak dan kewajiban mayoritas.
“Agar sama-sama mencegah penistaan agama, dan bersama pula mencegah kekerasan antarumat beragama,” katanya di Jakarta, Rabu, melalui surat …

Category: Berita Pilihan
Read More

Sukses Mengembangkan Diri karena Menikmati Profesi

KOMPAS.com – Setiap individu memiliki potensi besar yang bisa digali. Jangan heran jika melihat selebriti memiliki banyak peran dan profesi sekaligus. Sebagai penyanyi, bintang film, presenter, semua bisa. Bukan sekadar mencuri peluang dan memanfaatkan kesempatan saja penyebabnya, tetapi juga mengembangkan diri dengan melihat kapasitas dan kemampuan diri.
Pesinetron Vira Yuniar (29) memilih untuk mengembangkan dirinya …

Category: Karir
Read More

Ruang Keluarga: Paduan Warna Secerah Pelangi

KOMPAS.com – “Merah, kuning, hijau, di langit yang biru.” Demikian petikan lagu anak-anak berjudul Pelangi, yang populer hingga kini. Siapa sangka, petikan lagu ini bisa jadi inspirasi padu padan warna di ruang keluarga. Seperti apa jadinya? Lihat, yuk ! Sebagian warna pelangi bisa Anda dapatkan di ruangan ini. Merah ada di karpet, kuning di single …

Category: Arsitektur
Read More