KOMPAS.com – Bisnis jasa spa di Indonesia semakin berkembang tujuh tahun terakhir. Kebanyakan rumah usaha spa masih mengandalkan popularitas perawatan tubuh di spa dengan teknik pijatan dan konsep ala Jawa dan Bali. Pasar masih menikmati pilihan yang ada dan belum jenuh dengan spa berkonsep perawatan tubuh tradisional Bali dan Jawa. Meski begitu pebisnis spa yang sudah berpengalaman 10 tahun, Annie Savitri, SE, Dipl. Cidesco, punya pendapat berbeda. Mantan model era ’80-an ini percaya diri mengenalkan konsep baru, spa Indonesia.
“Belum ada yang mengangkat spa Indonesia sebagai kesatuan. Berbagai perawatan tubuh tradisional khas Indonesia dari berbagai provinsi bisa dimodifikasi menjadi satu konsep spa yang berbeda, spa Indonesia. Sehingga saat turis datang, mereka bisa mengenal spa Indonesia secara utuh dengan berbagai pilihan termasuk Balinese dan Javanese spa. Seperti Thailand yang lebih dikenal dengan Thai Spa, bukan Phuket Spa, misalnya,” jelas Annie saat ditemui Kompas Female di gerai spa miliknya di Andaru Spa di Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (17/3/2011) lalu.
Tak mudah bagi Annie mempopulerkan konsep spa baru miliknya. Namun perempuan yang mengawali karier sebagai make-up artist ini meyakini sudah waktunya nama Indonesia dikenal dunia, terkait dengan pelayanan spa yang kaya. Indonesia, katanya, punya ragam pilihan perawatan tubuh dan kecantikan. Orang Kalimantan punya tradisi dalam merawat tubuhnya. Namun sayangnya, tradisi perawatan tubuh tak terpelihara sebaik masyarakat Jawa atau Bali misalnya.”Mungkin hanya generasi pendahulunya yang masih menggunakan bedak dingin, sementara generasi muda sudah mulai meninggalkan. Selain itu perawatan tubuh ini belum ada yang menggarap, dan memodifikasi dalam konsep spa yang lebih modern,” jelasnya.
Annie tak gentar menghadapi tantangan merintis bisnis spa dengan konsep integrasi berbagai perawatan tradisi Indonesia. Ibu satu anak remaja yang terlihat awet muda ini meyakini bisnis spa yang dimulai sebagai pionir akan lebih mudah merebut hati pasar. Apalagi, lokasi bisnis yang dipilihnya strategis untuk membantunya mengembangkan bisnis spa. Maklum, potensi pasar spa di kawasan Selatan Jakarta masih belum banyak tersentuh.”Pasangan muda dan konsumen matang yang mandiri secara finansial banyak tinggal di kawasan selatan Jakarta. Mereka membutuhkan perawatan spa namun kerapkali terkendala karena harus ke pusat atau memakan waktu panjang jika ingin menikmati spa,” tutur Annie, meyakini Andaru Spa di Kemang menjawab kebutuhan pasar di Jakarta Selatan.
Terdepan membaca pasar yang kerapkali bosan
Andaru Spa mengklaim sebagai pionir dalam konsep spa Indonesia yang mengombinasikan perawatan tradisi dengan teknik perawatan tubuh teruji secara medis. Spa Indonesia dengan bahan organik, begitu Annie menyebut rumah usahanya. Memasuki gerai spa yang baru beroperasi satu minggu ini, pengunjung akan disambut dengan 16 pilihan perawatan tubuh khas Jawa, Bali dan Kalimantan.”Ke depan akan dikembangkan lagi berbagai perawatan khas tradisi dari berbagai daerah di Indonesia seperti dari Makassar, Karo, dan lainnya,” jelasnya menambahkan, bisnis spa menuntut pemiliknya untuk selalu kreatif dan inovatif mengembangkan produk.
“Bisnis yang dirintis sebagai pionir, berbeda dan belum pernah ada sebelumnya, memberikan keunikan yang khas. Apalagi dengan pilihan perawatan spa yang kaya dengan berbagai pilihan dan berbeda dari lainnya yang fokus pada satu perawatan saja, misalnya. Konsep spa yang unik, baru, dan belum pernah ada akan lebih bertahan lama di bisnis jasa spa dibandingkan menjalani konsep yang sudah banyak ditemui,” lanjut perempuan yang juga aktif di Asosiasi Spa sebagai Ketua Bidang Usaha dan Industri ini.
Mengambil nama Andaru dari bahasa Sansekerta yang berarti wahyu atau berkah, Annie meyakini konsep spa miliknya akan merambah pasar dunia. Pada 2009 lalu Bali dinobatkan sebagai destinasi spa favorit dunia. Meski begitu Thai Spa masih tak bergeser sebagai destinasi spa pertama di dunia. Nantinya, spa Indonesia diharapkan juga populer di dunia bisnis spa internasional. Tentunya melalui konsep spa di Andaru yang dimaknai Annie sebagai harapan agar tradisi Indonesia tetap terpelihara dan dinikmati penduduk dunia.
“Sejak awal mendirikan Andaru Spa, saya berpikir jualannya harus bisa ke luar negeri. Indonesia harus bisa menjadi leader sebagai destinasi spa favorit dunia, dengan mengedepankan spa Indonesia secara terintegrasi, bukan hanya fokus pada daerah tertentu saja,” kata Annie, yang mengasah kemampuan berbisnis spa di bisnis keluarga. Kini, Annie mandiri membangun bisnis spa secara profesional didukung dengan tenaga terapis andal dan bersertifikasi yang dilatih dan diawasinya langsung untuk menjamin kepuasan pelanggannya.
Sudah waktunya spa Indonesia berdiri sejajar dengan berbagai pilihan spa favorit dunia seperti Thailand, India, China, atau spa yang menggabungkan konsep perawatan tradisi Timur dan Barat. Karena itulah, Annie menawarkan pilihan spa yang mewakili Indonesia di Andaru, seperti Balinese Ritual Treatment, dan Exotic Ratus Herbal Infuse, yang mengadopsi perawatan tradisi ratus masyarakat Jawa. Berbagai perawatan tubuh untuk kesehatan dan kecantikan tersedia dengan ramuan alami yang diproduksi mandiri di rumah industri Andaru Spa di Jakarta.
Jasa spa yang bermanfaat untuk mengembalikan kondisi tubuh optimal secara fisik, mental, dan spiritual, menyasar penikmat spa perempuan dan laki-laki. Andaru Spa juga menyediakan satu kamar perawatan khusus untuk pasangan, selebihnya kamar single. Spa memang bukan hanya bermanfaat bagi kecantikan yang identik dengan perempuan. Spa dalam arti sebenarnya merupakan jasa untuk merawat kesehatan tubuh secara menyeluruh dengan teknik pijatan dan berbagai modifikasi perawatan alami yang berefek pada relaksasi fisik dan pikiran.
“Perawatan spa menstimulasi metabolisme dalam tubuh sehingga tubuh secara alami akan memperbaiki fungsinya dengan lebih baik,” jelas Annie.Ia mengatakan, banyak yang masih salah kaprah menilai jasa spa. Minimnya informasi dan sosialisasi yang baik dan benar mengenai konsep perawatan dan bisnis jasa spa membuat pengusaha spa kerapkali terkendala mengembangkan bisnisnya. Akhirnya, banyak pengusaha spa yang tak berani mengenalkan dirinya sebagai rumah usaha khusus spa, dan memilih bisnis salon yang juga menyediakan jasa spa.
Annie memahami masalah ini, dan berani mengambil keputusan untuk menjalani Andaru Spa sebagai fokus bisnisnya. “Bisnis spa masih akan bagus ke depan. Apalagi kementrian pariwisata juga mempromosikan spa sebagai produk unggulan dari Indonesia. Yang kurang membantu adalah kebijakan perpajakan yang memberatkan. Pada akhirnya harga perawatan spa menjadi tinggi dan banyak pengusaha yang tak mau berbisnis spa. Lama-kelamaan jika dibiarkan bisnis spa akan mati. Jumlah spa juga tidak tumbuh pesat dengan peraturan pajak yang memberatkan ini,” kata perempuan yang konsisten menjalani passion di bisnis kecantikan ini. “Semoga kebijakan perpajakan lebih baik dan mendorong bisnis spa pada 2011 ini,” harapnya menutup perbincangan.
WAF
Editor: Dini
