Perkembangan bisnis jasa sangat mengutamakan peranan Sumber Daya Manusia yang punya pengalaman di bidangnya dan juga peranan SOP atau Standard Operating Procedure.
Pertumbuhan sektor jasa di dalam negeri masih relatif kecil sekitar 5% dan masih jauh di bawah pertumbuhan sektor transportasi yang mencapai 13% atau perdagangan 9%. Sehingga potensinya untuk terus dikembangkan cukup besar. Apalagi dalam perkembangan global saat ini negara-negara di kawasan regional justru menjadikan sektor jasa sebagai pendorong pembangunan perekonomian. Misalnya perekonomian Malaysia, Singapura dan Thailand, secara struktural kini mulai bertumpu di sektor jasa. Bagi Indonesia, sektor jasa dapat menjadi pendorong perekonomian daerah.
Perkembangan bisnis yang sangat mengutamakan peranan Sumber Daya Manusia yang punya pengalaman di bidangnya dan juga peranan SOP atau Standard Operating Procedure. Dan bisnis jasa ini tidak mengandalkan alat sebagai investasi utama karena peranan alat hanyalah sebagai penunjang. Seperti misalnya bidang jasa konsultasi untuk pembanguan suatu gedung. Bisnis konsultasi itu menjual orang yang dibayar berdasarkan billing rate, dengan acuan berdasarkan persentase dari harga bangunan. Sepeti arsitektur misalnya, untuk desain interior persentasenya 2-5 %-nya. Kalau di bidang pengawasan dan manajemen konstruksi besarnya 3-6 %, karena yang dikerahkan adalah keahlian.
Seorang service konsultan misalnya, peralatan yang dipakai hanya satu buah komputer, tetapi perannya untuk mengawasi pekerjaan kontraktor tergantung pengalamannya di bidang itu sehingga ia dibayar berdasarkan pengalamannya. Di bidang desain juga berdasarkan persentase, orang, dan bahan produksi yang dihabiskan seperti kertas, tinta, komputer, dan masa penyusutannya, sedangkan untuk jasa cleaning service dihitung berdasarkan luas area pengerjaan.
SOP akan membedakan perusahaan jasa satu dengan yang lain, seperti di manajemen konstruksi itu ada format-format yang menentukan sekali dari awal proyek sampai penyerahan lahan, sampai bangunan selesai, dan diserahterimakan. Untuk UKM, SOP secara sederhana juga harus ada, seperti tukang bakso. Bagaiman menjaga agar cita rasa baksonya tidak berubah sehingga ia harus membuat SOP yang bentuknya berupa standarisasi resep yang tidak boleh berubah. Kalau di bisnis jasa SOP berupa format-format kerja bagi karyawannya. Seperti di mal-mal banyak kita temui misalnya di belakang pintu toilet ada format-format kerja bagi staf cleaning service di bagian toilet.
Intinya pada bisnis jasa khususnya UKM, diperlukan standarisasi terhadap kualitas pelayanan dan produk yang dilandasi ilmu dan pengalaman dari si pendiri usaha. Sedangkan SOP lebih ditekankan pada sistem kerja serta pola kerja yang tidak berubah-ubah yang bisa membingungkan pelanggan. Tentu saja untuk menciptakan SOP yang tepat bagi usahanya dibutuhkan kreativitas, inovasi, untuk menciptakan keunikan jasa, penampilan, kegunaan atau manfaat, pelayanan atau sevice bagi UKM yang ingin sukses di bisnis jasa ini atau berani tampil beda. Dengan adanya SOP maka tenaga baru yang belum berpengalaman, akan mampu memenuhi standarisasi service yang dtetapkan usaha tersebut.
Kiat Berbisnis di Sektor Jasa
Beberapa hal harus diperhatikan bila Anda ingin sukses berbisnis di sektor jasa adalah:
1.Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membuat SOP dan untuk itu harus ditetapkan dulu visi, misi usaha itu. Misalnya perusahaan jasa desain produk bisa mengambil desainer produk lulusan dari perguruan tinggi yang membidangi produk desain, memberikan gambaran SOP, dan memberikan pembagian tugas jenis produk yang didesain mereka.
2.Selain itu bisnis jasa ini juga sangat membutuhkan pengalaman atau keahlian dari sang pemilih. Seperti misalnya jasa merawat atau memperbaiki lantai marmer perlu juga pengalaman. Dari pengalaman pengusaha itu sendiri bisa memberikan pembelajaran kepada karyawan baru, dan setelah itu ia bisa memasarkan jasanya.
3.Pembinaan orang dalam bisnis jasa juga penting seperti cara kerjanya, pelayanannya terhadap pelanggan, dll.
4.Untuk mencari klien dalam memasarkan usaha biasanya pemilik usaha merintisnya dengan menggunakan data base klien dari perusahaan lama tempatnya bekerja dan kemudian mulai berkembang
5.Kategori UKM kalau mau mengembangkan bisnisnya masuk ke industri jasa juga harus punya merek. Bila sudah punya nama maka daya saingnya tinggi. Makanya merek baik bisnis jasa atau produk yang sudah besar harganya mahal. Semakin bermerek bisnisnya biasanya juga semakin mudah memasarkannya. Lebih baik bila pemilik usaha di sektor jasa tersebut memiliki kemampuan membangun network klien sehingga merek usahanya semakin dikenal orang.
6.Dalam persaingan bisnis jasa cukup ketat, apalagi usaha jasa seperti arsitek misalnya dilarang untuk melakukan promosi, sehingga lulusan baru arsitek susah untuk berkembang. Satu contoh, banyak mal di Jakarta yang dirancang hampir semuanya oleh pemain-pemain lama. Konsultannya itu-itu saja, sehingga kalau tidak ada teknologi baru sulit untuk mengalahkan pemain besar
7.Bisnis jasa dikembangkan UKM bisa berkembang menjadi skala industri asal menemukan satu penemuan baru. Dengan penemuan baru tersebut UKM juga bisa lebih mudah dalam menjual jasanya. Di Barat misalnya, perkembangan UKM didukung oleh ventura capital untuk selalu bisa inovasi. Contahnya seperti Bill Gates yang memulai bisnisnya dari garasi dan didukung oleh ventura capital untuk mengembangkan bisnisnya. Jadi karena teknologi dan penemuan baru itulah UKM berpeluang bisa mengembangkan bisnisnya menjadi besar. Contoh lainnya yang lagi tren saat ini pisang pontia. Penemuan baru bahwa pisang goreng kapok Kalimantan dipadukan dengan adonan tepung crispy seperti di KFC diminati banyak orang. Inovasi bagi UKM itu sebuah keharusan, terutama kalau mau masuk ke industri jasa untuk membesarka skala usahanya.
8.Di bidang jasa, satu usaha bisa berkolaborasi dengan seorang pemilik modal untuk mengembangkan usahanya. Di daerah pun peluang bisnis jasa bagus karena berkembangnya otonomi daerah, seperti bisnis jasa konsultan properti saat ini lebih berkembang di daerah dengan banyaknya pembangunan pemukiman baru di daerah. Syaratnya tentu harus punya network kuat.
9.Risiko bisnis jasa adalah bila kehilangan klien dan tidak dipercaya lagi oleh klien karena standarisasi layanannya tidak memuaskan klien. Jadi kembali lagi pada SOP dan pengalaman merupakan tulang punggung di bisnis jasa.
Sumber:
Arsip Bisnis
Bambang Wahyupurnomo
Pengamat Kewiraswastaan

Membuat Dokumen Rencana Mutu Proyek / Project Quality Plan.
email : ide.ide61@gmail.com