Semakin majunya zaman, aktivitas masyarakat tak lagi mampu dibatasi oleh sempitnya waktu. Jika dahulu istilah “pamali” masih santer mengemuka bagi orang yang melakukan kerja malam, kini dengan orientasi hidup masyarakat yang materialistis dan money oriented membuat pantangan masa lalu terhapus dengan sendirinya. Tak heran jika di sebagian kota besar tak ada pembedaan yang signifikan antara waktu malam dan siang hari. Bagi sebagian orang, fenomena ini dimanfaatkan menjadi peluang bisnis yang menggiurkan, yaitu dengan membuka usaha yang buka non stop 24 jam misalnya saja pada usaha restoran, apotek, minimarket, dan sebagainya. Tren buka 24 jam non stop ini, rupanya tak hanya ada di kota besar saja, namun sudah merambah hingga daerah. Bagaimana prospeknya?
Maraknya usaha yang buka 24 jam memang tak bisa dilepaskan dari semakin beragamnya kebutuhan manusia yang harus dipenuhi tanpa melihat batas waktu yang ada. Misalnya saja bagi Haji Eduss Damanhuri, pemilik restoran Sop Butut Bang Haji yang melihat bahwa bisnis rumah makan 24 jam miliknya sebagai suatu peluang usaha yang menjanjikan. Bagaimana tidak, setelah menjalankan bisnis dengan konsep 24 jam penghasilannya terus meningkat. Tak heran jika setelah 4 tahun berdiri, ia mampu mengembangkan usahanya hingga mencapai 7 buah cabang. “Alasan saya sebenarnya simpel bahwa usaha makanan pada malam hari kan memang belum terlalu banyak. Kebetulan saya melihat jalan di depan tempat usaha saya memang selalu ramai. Jadi saya pikir kenapa tidak saya manfaatkan sekalian. Selain itu saya kira ini sebagai suatu bentuk efisiensi usaha. Artinya, sayang saja kalau saya harus membayar sewa tempat hanya 8 jam dalam sehari. Padahal yang kita bayar kan 24 jam. Makanya daripada tidak dimanfaatkan lebih baik saya menambahkan tenaga kerja saja,” urainya panjang lebar.
Prospek Usaha Berkonsep Buka 24 jam Non Stop.
Menurut Ariyanto, Mb, pengamat bisnis, prospek usaha yang buka 24 jam masih sangat menjanjikan baik di dalam kota maupun di luar kota atau perbatasan kota. Untuk di dalam kota, maka kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Yogyakarta atau Semarang akan sangat berprospek untuk dikembangkan. “Soalnya kalau kota-kota besar itu ibaratnya kota yang tidak pernah tidur. Aktivitas orang dimulai dari pagi, siang, malam, hingga pagi lagi. Dari kebiasaan inilah bisnis 24 jam bisa dikembangkan,”ujarnya. Bidang usaha yang bisa dikembangkan adalah makanan misalnya saja jenis makanan camilan seperti martabak, roti bakar, jagung bakar/rebus, atau bahkan mie, tetapi jika lokasinya berada di jalur perbatasan maka bisa juga menyediakan makanan berat. Setelah makanan, bidang usaha selanjutnya adalah obat-obatan, baru kemudian SPBU/POM bensin dan mini market.
Segmen Market.
Sementara itu, masih menurut Arianto, MB segmen market yang paling tepat adalah kalangan menengah terutama kalangan bisnis. Karena yang namanya pebisnis itu kan jam 10 malam mereka masih melakukan kegiatan kerja bahkan kadang-kadang selama 24 jam digunakan untuk bekerja sehingga tidak sempat makan malam. Tak jarang mereka menggunakan acara makannya sekaligus untuk mencari hiburan atau refreshing. Untuk yang berada di kota besar, biasanya segmen market adalah kalangan menengah yang lebih mengutamakan unsur hiburannya. Karena itu bisnis yang menyertakan unsur hiburan di dalamnya akan lebih banyak menggaet pelanggan. Sementara yang berlokasi di perbatasan daerah, konsep usaha yang buka 24 jam itu biasanya karena kebutuhan pokok konsumen, segmennya juga pada setiap orang yang melintasi tempat tersebut.
Lokasi.
Dalam usaha yang berkonsep 24 jam, sebenarnya tak perlu terlalu banyak dilakukan strategi marketing. Sebab menurut Ariyanto, MB pada dasarnya tak banyak orang yang mau membuka usaha dari pagi hingga malam hari, artinya tak terlalu banyak saingan. “Yang paling penting orang tahu bahwa di jalan ini ada apotek, yang buka sepanjang waktu,”ungkapnya. Cara paling efektif untuk menarik perhatian orang adalah mencari tempat yang strategis, yaitu tempat yang menyolok dan sering dilewati banyak orang. Dalam menentukan lokasi usaha yang buka 24 jam ini bukan bermain warna apa yang paling menyolok,karena kalau malam hari kan sebenarnya warna tidak terlalu signifikan dan tidak terlalu banyak dilihat. Untuk mengganti warna itu, lebih baik membuat interior yang menarik perhatian misalnya saja dengan lampu unik yang menarik bagi semua orang. “Seperti kalau yang namanya Bakmi Japos itu kan mereka membuat lampu jalan yang menarik semua orang di sekitarnya. Artinya dari jauh orang sudah tertarik terhadap lampu ini,” ujarnya.
Sebagai awal usaha sebaiknya tempat harus ramai, sebab jika suasananya sepi dikhawatirkan orang enggan untuk datang sebab orang akan berpikiran jika produk yang dijual tidak berkualitas atau harganya mahal. Untuk menciptakan suasana ramai misalnya dengan mengundang teman atau saudara untuk datang ke sana, atau kalau tidak meminta orang-orang untuk parkir di depan tempat usaha milik kita. Cara tersebut cukup membantu untuk membuat ramai lokasi usaha. Dari segi sumber daya manusia (SDM), pengusaha kecil harus mempersiapkan dari awal terutama harus dibedakan antara karyawan pagi dan malam terutama dalam hal kompensasi.
Evaluasi Tiga Bulanan
Dalam mengembangkan usaha sop butut 24 jam Bang Haji, H Eddus Damanhuri mengatakan, untuk menentukan apakah lokasi usahanya berprospek atau tidak ia membutuhkan waktu 100 hari, artinya jika dalam 100 hari ternyata usaha yang dikembangkannya tidak terlalu berprospek maka ia tidak akan melanjutkannya kembali. Menurut Ariyanto, MB dalam hukum ekonomi inilah masa yang disebut sebagai trial and error atau masa percobaan untuk melihat bagaimana bagusnya suatu usaha itu dijalankan, jika setelah 3 bulan usaha ternyata tidak ada perubahan maka si pengusaha harus
melakukan evaluasi usaha apakah usaha tersebut berprospek atau telah terjadi banyak kesalahan yang membuatnya wajib diperbaiki.
Langkah-Langkah Membuka Usaha Non Stop 24 Jam
Tidak mudah merintis sebuah usaha, apalagi dengan konsep terus buka selam 24 jam. Selain lebih kompleks, usaha jenis ini juga memiliki risiko yang besar meskipun peluangnya sendiri masih besar karena minimnya pesaing yang ada. Nah, bagi Anda yang tertarik membuka usaha 24 jam, sebaikya perlu memperhatikan beberapa langkah awal membuka usaha sebagai berikut:
1.Siapkan lokasi usaha.
Untuk lokasi ini bidik tempat yang ramai dan biasakan di jalur padat yaitu jalur yang paling sering dilintasi orang.
2.Keamanan.
Karena usaha ini dilakukan dari pagi hingga pagi lagi maka yang paling penting adalah memperhatikan masalah keamanan terutama premanisme. Karenanya harus memiliki backing keamanan yang kuat sebelum membuka usaha. Jangan sampai setelah mendirikan tempat usaha, ternyata kita hanya dijadikan sebagai bulan-bulanan saja. Atau kalau bisa, tanyakan juga kepada para tetangga yang berada di sekitar tempat usaha siapa bos atau centeng keamanannya, berapa iurannya per bulan / per hari?
3.Siapkan SDM.
SDM sangat penting oleh karenanya ia harus dipersiapkan untuk bekerja malam karena pekerjaan seperti ini banyak sekali gadaannya.
4.Ciptakan suasana yang ramai.
Misalnya saja dengan mengundang relasi/teman, selain itu jangan langsung memberikan diskon yang tinggi tetapi sedikit-sedikit saja. Misalnya bulan pertama berikan diskon 20 persen, kemudian tiga bulan kemudian berikan diskon 10 persen hingga 6 bulan berikutnya. Setelah itu, diskon dapat di-stop. Sebab jangan sampai kita terjebak diskon artinya orang hanya mau datang kalau ada diskon saja.
5.Jaga Pelanggan.
Ini sangat penting agar orang mau datang lagi.
6.Pelayanan harus ramah.
Usahakan menciptakan interaksi langsung misalya menyapa, begitu juga dengan karyawan.
7.Jaga kualitas produk.
Yang dijual dan membuat orang tertarik untuk datang lagi adalah produk yang kita berikan.
8.Usahakan suasana kondusif.
Misalnya karyawan tidak telat dibayarkan gajinya.
9.Pelayan harus tetap berwajah segar dan tidak kuyu.
Meski ia harus melayani konsumen di tengah malam.
