Miswans.com

ANALISA SWOT

Setelah Anda merasa mantap dengan salah satu ide usaha dan siap dengan segala hal untuk menjalankannya, tentu saja, persoalannya tidak berhenti sampai di situ, karena setelah seorang calon pengusaha bisa menangkap ide bisnis sebagai peluang bisnis yang bisa menghasilkan uang, maka ia harus bisa memperhitungkan berbagai aspek untung-rugi jika ide bisnis tersebut dijalankan. Termasuk resiko gagal – kemungkinan terburuk yang terjadi. Untuk itu Anda perlu membuat suatu Analisa SWOT

Analisa SWOT adalah suatu analisa terhadap lingkungan internal dan eksternal wirausaha/perusahaan, dimana analisa internal lebih menitik-beratkan pada Kekuatan (Strenght) dan Kelemahan (Weakness), sedangkan analisa eksternal untuk menggali dan mengidentifikasi (mengamati) semua gejala Peluang (Opportunity) yang ada dan yang akan datang serta Ancaman (Threat) dari adanya/kemungkinan adanya pesaing/calon pesaing.

Dengan adanya analisis SWOT seorang wirausaha akan cepat mengetahui peta kongkret tentang keberadaan dan peluangnya, begitu pula ancamannya. Jadi, dengan analisis SWOT, perusahaan yang dikelola seorang wirausaha akan menyiapkan jalan keluarnya secara rasional, tegas, dan lugas di dalam menghadapinya. Begitu pula dengan adanya informasi dari luar perusahaan dan dari dalam perusahaan, seorang wirausaha yang bersangkutan akan dapat mengetahui:

a.Adakah kekuatan (strenght) yang dapat mendukung kekuatan untuk mencapai sasaran usaha?

b.Apa kelemahan (weakness) yang membatasi ataumenghambat kemampuandalam mencapai sasaran usaha?

c.Di manakah peluang usaha tersebut (opportunity)?

d.Apa saja yang dapat mengancam dan membahayakan kegiatan usaha (threat)?

Cara orang memulai sebuah usaha sangat bermacam-macam. Mungkin Anda pernah mendengar cerita bahwa ada orang yang memulai bisnisnya secara kebetulan saja dan tak pernah membuat rencana yang detail. Dasar hoki, ternyata usaha yang tanpa rencana matang itu bisa sukses besar. Cuma, sebaiknya jangan terlalu bermimpi bahwa hoki yang sama juga ada menghampiri Anda. Ingat, garis nasib orang berbeda-beda.

Agar usaha Anda berumur panjang dan sukses, sebaiknya anda membuat rencana yang benar-benar matang. Dalam artikel sebelumnya kita telah membahas soal berbagai cara untuk menemukan ide usaha. Itu merupakan langkah pertama yang harus Anda lakukan dalam menyusun rencana usaha. Bagaimana, apakah Anda telah menemukan usaha atau bisnis yang Anda ingin tekuni? Oke, jika sudah; pertanyaan berikutnya: apakah Anda akan mampu menjalani bisnis itu?

Untuk bisa menjawab pertanyaan ini, anda harus duduk sebentar dan meluangkan waktu membuat analisa SWOT sederhana. Jangan bingung, ini adalah analisis yang lazim digunakan oleh perusahaan-perusahaan sebelum melaksanakan proyek-proyek mereka.

Kekuatan dan Kelemahan

Nah, sebelum memulai sebuah usaha sebaiknya Anda meneliti semua faktor yang terangkum dalam SWOT itu. Dengan cara ini kita bisa melihat potensi diri sendiri. Yang pertama adalah kekuatan atau strength. Ini adalah semua hal yang Anda miliki yang bisa mendukung anda dalam melaksanakan bisnis yang Anda pilih. Kekuatan ini bisa berupa banyak hal, misalnya Anda memiliki pengalaman bekerja di bisnis yang Anda tekuni. Misalnya, pengalaman di perusahaan furnitur rotan, karena itu Anda yakin bisa memulai usaha rotan sendiri. Contoh kekuatan-kekuatan lain adalah lokasi yang strategis, sumber bahan baku yang murah, relasi, dan modal yang banyak. Dari strength ini juga Anda bisa tahu kekuatan produk, sehingga bisa ditonjolkan di pasar karena lebih dari produk lain sehingga Anda bisa mempertahankan kekuatan produk yang menjadi aset.

Berikut, Anda juga harus melek dengan semua kelemahan (weakness) yang anda miliki saat ini. Yang disebut weakness adalah semua hal dalam diri Anda yang bisa menghalangi langkah Anda untuk menekuni bisnis yang telah Anda pilih tadi. Kebanyakan kelemahan ini memang muncul dari internal kita sendiri. Harap diingat, kelemahan masing-masing orang tentu saja berbeda-beda.

Bahkan, faktor yang bagi orang lain menjadi kekuatan, bagi Anda mungkin saja merupakan kelemahan. Dalam kasus usaha furniture tadi, kelemahannya adalah modal yang terbatas. Ia hanya memulai bisnisnya dengan modal sekitar Rp. 20 juta. Akibatnya ketika menerima order besar ia sering tidak sanggup menjalankannya.

Berikutnya adalah peluang (opportunity) dan ancaman (threat). Jika dua faktor pertama tadi lebih banyak berasal dari diri Anda sendiri, dua faktor terakhir ini berasal dari kondisi di luar diri Anda. Peluang adalah semua kondisi eksternal yang bisa membantu bisnis pilihan anda yang ada pada saat ini dan masa datang, peluang-peluang yang bisa dijadikan target untuk memanjukan perusahaan, menambah profit, memperluas jaringan atau menambah produk baru. Salah satu kondisi yang bisa memunculkan peluang adalah jika tingkat persaingan di suatu bisnis masih longgar. Kondisi perekonomian yang sedang tumbuh dan trend bisnis yang baru juga bisa memunculkan kesempatan. Selain itu, kebijakan-kebijakan pemerintah juga bisa menciptakan peluang.

Tapi, hati-hati. Dalam kondisi sebaliknya; persaingan, kebijakan pemerintah, dan kondisi ekonomi itu bisa juga menjadi threat atau ancaman. Kembali ke contoh usaha furniture rotan tadi. Ia menghadapi beberapa ancaman yang cukup serius. Pertama persaingan di bidang furnitur rotan lumayan sengit. Ia juga mungkin kesulitan bahan baku karena katanya rotan akan boleh diekspor.

Bikin Sesuatu yang Unik

Biar lebih terukur, Sebaiknya Anda membuat daftar semua kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman itu dalam secarik kertas. Berikutnya buatlah program atau rencana yang bisa memanfaatkan kekuatan Anda dan menimba peluang. Pada saat yang sama Anda juga harus membuat strategi untuk mengurangi kelemahan dan mengatasi ancaman.

Setelah selesai, Anda tinggal menimbang-nimbang. Jika program dan strategi itu ternyata tak mampu mengatasi kelemahan dan ancaman, ada baiknya Anda mengubah rencana usaha Anda. Realistis sajalah. Sebaliknya, jika Anda yakin jika rencana dan strategi itu bisa mengatasi kelemahan dan ancaman, Anda tentu boleh jalan terus.

Sekali lagi, Anda bisa belajar dari usaha furniture tadi. Meskipun memiliki lumayan banyak kelemahan dan ancaman, Ia tetap menjalankan bisnis rotannya. Cuma, karena bisnis furnitur pemainnya sudah banyak, ia mencoba membuat produk unik, yaitu produk handycraft dari rotan. Selain itu, ia juga berusaha menciptakan pasar-pasar baru dengan rajin mengikuti pameran di dalam maupun di luar negeri. Hasilnya lumayan. Sekarang omzetnya sudah mencapai Rp 100 juta perbulan.

Belajar dari pengalaman, kita tidak boleh cepat putus asa walaupun kondisi pasar sudah banyak dikerubuti pemain besar. Kuncinya Anda harus kreatif menciptakan peluang-peluang baru. Istilah kerennya, kita harus berusaha menciptakan segmen-segmen pasar sendiri. Kalau cara segmentasi yang ada sekarang dianggap sudah kedaluarsa, kita harus bisa melakukan segmentasi ulang. Jadi, kita memasukkan variable baru yang mungkin belum disentuh orang lain. Tidak ada pasar yang jenuh, yang ada hanya orang atau pemikiran yang jenuh.

Kita juga bisa mengatasi persaingan sengit dan peluang sempit dengan membuat produk unik. Kita tidak perlu berpikir terlalu rumit untuk bisa membuat produk semacam itu. Mulailah dari sesuatu yang kita akrabi dan kita sukai; tapi buatlah dengan unik. Tapi, kalau Anda sudah menemukan produk unik, jangan pernah berhenti untuk mengeksplorasi kekuatan. Pasalnya untuk sukses dalam dunia bisnis sekarang ini anda harus terus menerus melakukan inovasi produk. Siklus umur suatu produk semakin pendek, dan ia juga mudah ditiru orang lain; jadi kita harus bisa terus dinamis.

Contohnya adalah pengusaha martabak di Bogor. Pengusaha ini membuat martabak yang unik yaitu martabak buah. Mula-mula martabak itu hanya diisi nangka, tapi kemudian semakin lengkap dengan durian, pisang dan kismis. Begitu terus-menerus, sampai akhirnya ia mendapat keunikan dan image martabak buah. Nah, masa Anda kalah dengan tukang martabak buah?

Sumber:

September 6, 2008 by arsipbisnis

Membuat Rencana Bisnis

Incoming search terms:

analisis swot diri sendiri, ANAlisis swot wirausaha, contoh analisis SWOT pada diri sendiri, analisis SWOT dalam berwirausaha, proposal usaha furniture, analisa swot kewirausahaan, contoh pengusaha yang gagal, analisa swot, ancaman dalam berwirausaha, contoh SWOT pada perusahaan
Be Sociable, Share!

Tagged:

Got something to say? Click here to reply

Leave a Reply

*